Sejarah Medan Bisser

Alhamdulillahirrabil ‘aalamiin

Segala puji dan syukur atas limpahan karunia dan nikmat dari Allah SWT Tuhan Yang Mahakuasa sehingga dengan ridho dan hidayah dari-Nya pada hari Sabtu tanggal 12 September 2009 bertepatan pada bulan Ramadhan di saat tengah menjalankan ibadah puasa telah berdiri sebuah komunitas penggemar bus untuk wilayah Sumatera Utara dengan nama MEDAN BISSER.

Awal pertemuan dimulai dari media sosial dan telah bergabungnya beberapa orang di situs bismania. Setelah melalui proses pencarian dan perkenalan    di dunia maya yang kala itu menggunakan laman bismania.com, facebook, dan multiply.com; hingga tercapailah sebuah pengaturan janji pertemuan    pada sebuah warung cepat saji di jalan Gagak Hitam/Ring Road tepatnya di warung Bamboo.

Kegiatan awal dimulai dengan kunjungan ke pool bus Pelangi sebagai tempat titik awal kumpul, untuk menyaksikan dan mengambil foto beberapa unit bus yang bersiap untuk berangkat, sambil menunggu rekan yang masih dalam perjalanan. Kemudian ketika semua yang diajak bertemu telah hadir, maka sebanyak 5 orang yang terdiri dari : Bibing Sugana Wasya Lubis, Syahri F. Rambe, Asrul Arifin Siregar, Rizal, Doli Hasibuan, menuju warung Bamboolalu berembuk untuk mendirikan sebuah komunitas penggemar bus untuk wilayah Sumatera Utara dan sepakat memberikan nama MEDAN BISSER.

Nama “MEDAN BISSER” tercetus hasil dari pembahasan dan kesepakatan bersama. Kata “Medan” merupakan ibukota dan menjadi simbol bagi seluruh daerah di Sumatera Utara, sedangkan kata “Bisser” bermakna sederhana menunjukkan arti “para penggemar bus”. Awalnya terasa janggal jika menggunakan kata Buser karena istilah tersebut karena sudah digunakan oleh aparat keamanan. Maka dipilihlah kata Bisser dengan huruf “S” dobel sebagai singkatan dari BIS SEjagat Raya.